Ketika masa hanyalah asa
Dan ketika penjaga langit belum menurunkan hujannya
Ya, hujan
Siapa yang tahu.
Adalah takdir
Yang memancarkan pesonanya
Semua berharap
Tak ada yang tahu
Aku bukan satu-satunya,
Bukan
Dan itu hiburan
Tawa tak datang
Dan apakah itu arogan
Katakan
Tak satu semutpun kan melawan
Buaian, serupa menjelma bualan
Friday, December 23, 2011
Friday, May 27, 2011
Di Atas Air
Tak bersuara
Bahkan anginpun tak terdengar.
Kenapa?
Karena di sini ada deras air yang terjun
deras,
tanpa bekas
Mengapa?
Karena di sini ada air,
di bawah sini.
Sampai kapan, sampai kapanpun
gelak tawa musang tak kan terdengar
bahkan tupai yang saling melempar batu.
Karena di sini, deras ini,
terjun begitu saja dari tempat yang tinggi.
Tahukah, seberapa tak bisa terlukisnya?
Karena ia tertulis di atas air
tak acuh permisi, datang dan mengalir.
Andaikan saja itu angin, akan ada bekas rusak
tapi hutan kan menampik.
Biar saja, tentu satu jejak tak bisa dihindari;
basah.
Biar saja, basah itu masih ada di sini
tapi bisa dibawa pergi.
Pasti kelak oleh matahari,
pasti dibuat menguap dan tak nampak.
Namun begitu,
oleh karena itu,
deru deras terjunnya
makin keras bergaung di sini.
Bahkan anginpun tak terdengar.
Kenapa?
Karena di sini ada deras air yang terjun
deras,
tanpa bekas
Mengapa?
Karena di sini ada air,
di bawah sini.
Sampai kapan, sampai kapanpun
gelak tawa musang tak kan terdengar
bahkan tupai yang saling melempar batu.
Karena di sini, deras ini,
terjun begitu saja dari tempat yang tinggi.
Tahukah, seberapa tak bisa terlukisnya?
Karena ia tertulis di atas air
tak acuh permisi, datang dan mengalir.
Andaikan saja itu angin, akan ada bekas rusak
tapi hutan kan menampik.
Biar saja, tentu satu jejak tak bisa dihindari;
basah.
Biar saja, basah itu masih ada di sini
tapi bisa dibawa pergi.
Pasti kelak oleh matahari,
pasti dibuat menguap dan tak nampak.
Namun begitu,
oleh karena itu,
deru deras terjunnya
makin keras bergaung di sini.
Sunday, January 2, 2011
Puding Marmer
Bahan:
agar2 putih 1 bks
susu kental manis putih
susu kental manis coklat
telur 1 butir, dikocok
air minum
untuk fla:
susu kental manis putih
kuning telur 1 butir, kocok
maizena 1,5 sendok makan
air minum
Cara membuat:
membuat puding:
Susu kental manis putih, 1/2 bagian telur yang sudah dikocok, dan 1/2 bks agar2 dilarutkan dalam air minum secukupnya. Campuran kemudian dipanaskan hingga mendidih, setelah itu diangkat dan dituangkan ke dalam cetakan.
Susu kental manis coklat, 1/2 bagian telur yang sudah dikocok, dan 1/2 bks agar2 dilarutkan dalam air minum secukupnya. Campuran kemudian dipanaskan hingga mendidih, setelah itu diangkat dan dituangkan ke dalam cetakan yang telah berisi campuran berwarna putih.
Bentuk motif marmer dengan cara sedikit mengaduk adonan putih dengan coklat secara perlahan menggunakan garpu.
Setelah suhunya tidak terlalu panas, adonan dimasukkan ke dalam lemari es hingga mengeras.
membuat fla:
Maizena dilarutkan dalam air kemudian dicampurkan dengan kuning telur. Campuran ini dituangkan ke dalam panci yang sudah berisi susu kental manis putih yang dilarutkan dengan sedikit air minum, setelah itu dipanaskan hingga mendidih. Campuran akan mengental ketika mendidih, matikan api lalu dinginkan dalam suhu ruangan dan dimasukkan ke dalam lemari es.
agar2 putih 1 bks
susu kental manis putih
susu kental manis coklat
telur 1 butir, dikocok
air minum
untuk fla:
susu kental manis putih
kuning telur 1 butir, kocok
maizena 1,5 sendok makan
air minum
Cara membuat:
membuat puding:
Susu kental manis putih, 1/2 bagian telur yang sudah dikocok, dan 1/2 bks agar2 dilarutkan dalam air minum secukupnya. Campuran kemudian dipanaskan hingga mendidih, setelah itu diangkat dan dituangkan ke dalam cetakan.
Susu kental manis coklat, 1/2 bagian telur yang sudah dikocok, dan 1/2 bks agar2 dilarutkan dalam air minum secukupnya. Campuran kemudian dipanaskan hingga mendidih, setelah itu diangkat dan dituangkan ke dalam cetakan yang telah berisi campuran berwarna putih.
Bentuk motif marmer dengan cara sedikit mengaduk adonan putih dengan coklat secara perlahan menggunakan garpu.
Setelah suhunya tidak terlalu panas, adonan dimasukkan ke dalam lemari es hingga mengeras.
membuat fla:
Maizena dilarutkan dalam air kemudian dicampurkan dengan kuning telur. Campuran ini dituangkan ke dalam panci yang sudah berisi susu kental manis putih yang dilarutkan dengan sedikit air minum, setelah itu dipanaskan hingga mendidih. Campuran akan mengental ketika mendidih, matikan api lalu dinginkan dalam suhu ruangan dan dimasukkan ke dalam lemari es.
Tuesday, December 21, 2010
:)
dan rahasia-Mu satu per satu terungkap.
dan aku di sini hanya anak kecil yang baru bisa mengerti :D
dan aku di sini hanya anak kecil yang baru bisa mengerti :D
Tuesday, November 30, 2010
Hutan dan Karun
Tanpa jembatan, aku dapat menyeberang
Tanpa tongkat, aku dapat mendaki
Tanpa kompas, aku dapat menjelajah
Helaan napas yang menderu
Ucap yang berkesah
Peluh yang menetes
Tak bisa mengartikan suara dedauan yang terinjak
Gemericik aliran sungai
Walau terdengar dari kejauhan
Bersenandung bersama riangnya kicau burung
Selama batu itu tak berpindah
Mungkin aku tak kan terjatuh
Selama buah pinus tak berubah warna
Dan jerami kering tak berjamur
Rasanya aku tak kan tersungkur
Selama angin ini masih bertiup
Dan aku tetap merasakan harumnya
Langit masih akan tetap biru berawan
Selama matahari masih mengawasi
Kan ku kuatkan hati untuk meyakini
Saphire itu akan kutemukan di tempat ini
Tanpa tongkat, aku dapat mendaki
Tanpa kompas, aku dapat menjelajah
Helaan napas yang menderu
Ucap yang berkesah
Peluh yang menetes
Tak bisa mengartikan suara dedauan yang terinjak
Gemericik aliran sungai
Walau terdengar dari kejauhan
Bersenandung bersama riangnya kicau burung
Selama batu itu tak berpindah
Mungkin aku tak kan terjatuh
Selama buah pinus tak berubah warna
Dan jerami kering tak berjamur
Rasanya aku tak kan tersungkur
Selama angin ini masih bertiup
Dan aku tetap merasakan harumnya
Langit masih akan tetap biru berawan
Selama matahari masih mengawasi
Kan ku kuatkan hati untuk meyakini
Saphire itu akan kutemukan di tempat ini
Wednesday, September 15, 2010
Q.S. Al-Fajr : 27-30
Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah. Ir ji'ii ilaa Rabbiki roodhiyatammardhiyyah. Fadkhulii fii 'ibaadii, wadkhulii jannatii
Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Monday, September 13, 2010
POTRET
Aku dan bayanganku
Aku dan airku
Aku dan warnaku
Aku dan hembusan angin yang melewatiku
Kemanakah cahaya akan jatuh
Kemanakah aliran kan mengalir
Kemanakah bias keindahan kan merona
Kemanakah harum semerbak kan terbang terbawa
Apalah yang ditakutkan dengan bau busuk yang tercium
Dengan suatu gelap, kelam
Dengan arus yang deras ataupun lemah
Semua itukah buat kecewa? bahkan dengan gambaran yang tak sempurna
Tahukah, angin tak bisa menjelaskan segalanya
Warna tak bisa memaksakan pesonanya
Air pun tak bisa memberi solusi
Lantas, masih risaukah dengan bayangan?
Aku dan airku
Aku dan warnaku
Aku dan hembusan angin yang melewatiku
Kemanakah cahaya akan jatuh
Kemanakah aliran kan mengalir
Kemanakah bias keindahan kan merona
Kemanakah harum semerbak kan terbang terbawa
Apalah yang ditakutkan dengan bau busuk yang tercium
Dengan suatu gelap, kelam
Dengan arus yang deras ataupun lemah
Semua itukah buat kecewa? bahkan dengan gambaran yang tak sempurna
Tahukah, angin tak bisa menjelaskan segalanya
Warna tak bisa memaksakan pesonanya
Air pun tak bisa memberi solusi
Lantas, masih risaukah dengan bayangan?
Subscribe to:
Posts (Atom)